Sabtu 8 April 2017 pagi hari saat libur mengajar, saya bingung mau mengerjakan apa?, mau jalan kemana?, mau tidur terus juga bosan, acara kopdar blogger juga lagi sepi. Nah kebetulan suami mengajak ikut pelatihan pengelolaan media online di kantor DPN GNPK (Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi).
“Mau ikut ngga ke acara pelatihan media online di GNPK?”, saya jawab,” Mau”. Lalu saya balik nanya siapa pematerinya, kata suami, pasti kamu kenal orangnya, namanya Kang Rosid. Wah..yang ini sih sudah seperti adik sendiri kalau di Komunitas Kelas Blogger.
Akhirnya kami berdua Bunda Sitti Rabiah dan Bang Nur terbit sebagai blogger pasangan halal berangkat dari Bekasi dengan kendaraan umum. Pukul 11.40 WIB sampailah kami di gedung Grand Slipi Tower lantai 18 Jalan S. Parman Jakarta Barat. Nah di sinilah kantor GNPK. Wah…gedungnya lumayan tinggi dan sangat mewah.
Saya menunggu di ruang tamu menikmati tayangan televisi, tiba-tiba ibu DR. Tatie Soeranti, MM, Psi, salah satu penasehat ahli di GNPK ini datang menghampiri lalu mengajak ngobrol dengan akrabnya. Wah…ibu yang satu ini sangat familiar dan cantik pula orangnya.
Ibu Tatie lalu mengajak saya masuk ke ruang rapat dimana pemateri Bang Rosid dan para staf GNPK serta Ketua Umum Pak Adi Warman SH,MH,MBA juga sudah hadir dan siap memberikan sambutan sebelum pelatihan ini dimulai.
Awalnya saya agak tidak enak lmengikuti pelatihan ini, mengingat saya ini bukan staf atau anggota GNPK. Tapi setelah melihat Pak Ketua GNPK dan mba Nisa (Anisa Rahmawati) sebagai sekertaris mempersiapkan acara ini dan para staf yang semua sangat familiar, akhirnya saya ikut bergabung. Dan wah…ternyata tidak sengaja dapat ilmu dari pelatihan ini.
Sambutan Ketua Umum GNPK Adi Warman SH, MH, MBA
Pukul 12.30 WIB setelah acara ISOMA (Istirahat, Sholat dan Makan) maka pemberian kata sambutan pelatihan dimulai. Dalam sambutannya Adi Warman mengatakan bahwa, pelatihan pengelolaan media online www.VonisTipikor.com ini sangat didukung oleh beliau. Terbukti dengan sudah disiapkannya tempat dan ruangan kantor yang khusus berikut dengan segala peralatannya.
Adi Warman juga mengatakan bahwa media online Vonis Tipikor ini diharapkan agar dari pengurus dan anggota GNPK di daerah juga ikut mendukung dengan cara memberikan kontribusi melalui tulisan-tulisannya dari daerah masing-masing nantinya. Media Online Vonis Tipikor ini mengkhususkan diri dalam liputan berita-berita hukum dan korupsi.
Bagaimana cara mengirimkan tulisan dari daerahnya masing-masing, nanti Insya Allah perwakilan dari berbagai daerah akan diikutkan dalam pelatihan bagaimana mengirim berita. Baik mengirim beritanya lewat HP maupun lewat komputer atau laptop. Adapun bentuk pelatihannya dan di mana tempatnya, akan dibicarakan nanti oleh redaksi Vonis Tipikor secara teknisnya.
Di akhir sambutannya Adi Warman mengatakan bahwa sebelum media online Vonis Tipikor ini beredar di internet, dulu sudah ada berupa majalah dalam versi cetak. Kali ini sudah berupa bentuk jadi online disesuaikan dengan jaman era digital sekarang ini. Adi Warman menambahkan ke depan akan diterbitkan lagi Vonis Tipikor dalam versi cetak. Bahkan ada rencana mendirikan radio FM dan bidang usaha lainnya. Mantap….sukses untuk Vonis Tipikor.
Pengelolaan Media Online Bersama Kang Rosid
Dalam acara pelatihan media online ini, Kang Rosid menguraikan secara panjang lebar mengenai proses perjalanan media online dari berbagai aspek. Salah satunya Kang Rosid mengatakan dalam materinya kenapa satu portal berita atau media online mengalami kegagalan.
Adapun faktor yang membuat media online bisa gagal karena ada beberapa faktor yaitu :
- Pembaca berkurang
- Tidak ada iklan
- Distribusi berita kurang
- Statis, beritanya tidak ada peningkatan
- Pengunduh sedikit
- Lambat adaptasi
Media online bisa juga tutup atau bubar karena adanya media online yang lebih statis, cepat mengikuti perkembangan atau beritanya up to date.
Kenapa harus memilih media online dibanding media cetak?
Menurut Kang Rosid karena media online itu memiliki kelebihan lain dibanding dengan media cetak. Antara lain :
- Fast, cepat posting, cepat tayang, cepat dibaca.
- Easy & Complete, mudah, komplit dan tidak usah lagi mencari penjual koran eceran
- Low Cost, biayanya rendah atau murah
- Interactive, orang atau pembaca bisa berkomentar langsung sesuai dengan unek-unek setelah membaca berita
- Re – Distributed, beritanya bisa diposting ulang dan disebarkan (di-share)
How To Be Attractive?
- Update, aktual dan minimal 10 berita terbaru dalam sehari
- Fair, jujur, netral dan berimbang
- Free, bebas mudah mengupload, tapi jangan terlalu berlebihan sehingga membuang kuota jika orang membuka
- Fast, cepat, bisa langsung dibaca tidak harus mencari penjual koran.
Di akhir materinya, Kang Rosid mengatakan bahwa jika berita yang sifatnya masih harus membutuhkan illustrasi gambar atau foto, maka disarankan untuk mengambil yang ada di www.Pixabay.com agar aman dan tidak beresiko terkena UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Undang-undang ini mengatur transaksi elektronik dan teknologi, terutama aktivitas yang berhubungan dengan Internet.
Kang Rosid kemudian menutup materinya dengan mengatakan, jika sebuah media online yang sudah beroperasi selama 6 bulan berturut-turut dan belum bisa mendapatkan iklan, media itu harus direvisi dan harus dicari letak permasalahannya di mana. Nah…ini dia perlu kerja berat lho…
Ini sekedar tulisan reportase selama acara pelatihan pengelolaan online di kantor redaksi www.VonisTipikor.com semoga media online ini cepat launching dan syukuran mengundang untuk makan siang bersama hehehe….
Halo bu siti salam kenal ya. Baru pertama kali kesini hehehe
Senang ya bisa ikut pelatihan online gitu jadi tambah pengetahuan
Halo juga mba Mei salam kenal juga, iya bener Mba ilmu makin bertambah dan bunda merasa makin semangat